Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Miliaran Rupiah

Polisi Gerebek Pabrik Uang Palsu Miliaran Rupiah

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2004 16:45 WIB
Solo - Di tengah maraknya isu bagi-bagi uang palsu dalam kampanye, Tim Gabungan Resmob Polda Jawa Tengah menggerebek sindikat pemalsuan uang di tempat produksinya di kawasan wisata Tawangmangu. Dalam penggrebekan itu polisi menemukan uang palsu senilai ratusan juta rupiah. Hasil produksi uang palsu di Tawangmangu itu dipastikan telah beredar di masyarakat.Kapolwil Surakarta Kombes (Pol) Hasyim Irianto membenarkan adanya penggerebekan dan penangkapan tersangka pembuat uang palsu itu. Menurut dia, empat tersangka dibekuk petugas gabungan Polda Jawa Tengah, Polwil Surakarta dan Polres Karanganyar. "Tiga tersangka lain masih diburu," ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/4/2004).Hasyim enggan memberikan keterangan lebih rinci mengenai kasus tersebut. Dia hanya mempersilakan untuk meminta konfirmasi ke pihak Polda Jawa Tengah, karena tersangka dan semua barang bukti diamankan di Polda. Dia hanya mengatakan lokasi pembuatan uang palsu itu di rumah kontrakan yang beralamat di dukuh Jetis, Kalisoro, Tawangmangu, Karanganyar.Sementara itu Kapolres Karanganyar, AKBP Amrin Remico mengatakan, dari rumah kontrakan di Tawangmangu ditangkap seorang bernama Cahyo Widodo alias Salman alias Faris yang bersama ditemukan uang palsu pecahan limapulahan ribu senilai Rp 35 juta yang siap edar. Dikatakannya bahwa Cahyo adalah residivis yang dihukum 15 tahun karena kasus serupa, namun kabur dari LP Ambarawa saat baru menjalani hukuman 1,5 tahun.Pengungkapan kasus 'pabrik uang' ini berdasar pengakuan dari Muryati, Kamami, dan Muhaimin yang lebih dulu ditangkap di Wonosobo dan Temanggung sebagai pengedar di daerah itu. Dari pengakuan mereka polisi mendapatkan nama Windu yang berperan sebagai pengedar dengan cara memperjualbelikan uang palsu yang dibuat di Tawangmangu.Sumber polisi mengatakan bahwa Windu ditangkap Rabu Malam di sebuah hotel di Solo. Dia lebih dulu dilumpuhkan dengan peluru sebelum akhirnya menunjukkan tempat pembuatan uang palsu di Tawangmangu tersebut. Menurut polisi, Windu ditembak karena berusaha kabur.Di rumah kontrakan di Tawangmangu itu, polisi menemukan barang bukti berupa lembaran-lembaran uang palsu setengah jadi maupun yang sudah siap edar, peralatan kerja berupa dua komputer, dua buah printer, satu scanner, satu bendel master film uang palsu, lampu ultraviolet, tinta printer warna, tujuh rim kertas yang sudah dicetak dan diberi tanda, serta limbah uang palsu yang dimasukkan dalam kantong plastik.Selain menangkap Cahyo, di tempat itu polisi juga menangkap Bangun Rahino dan Subandi yang merupakan anggota sindikat. Di tempat itu, Cahyo diketahui telah memproduksi uang palsu selama 40 hari terakhir ini dengan rata-rata sehari membuat 350 potong, setiap potong berisi empat lembar uang palsu pecahan limapuluh ribuan.Semua barang bukti dan tersangka kemudian diamankan di Polda Jawa Tengah. Di antaranya adalah 652 lembaran uang palsu yang belum sempat dipotong, setiap lembarnya berisi empat lembar pecahan lima puluhan ribu. Selain itu juga uang palsu senilai Rp 57 juta pecahan lima puluhan ribu siap edar.Amrin mengatakan bahwa dari pengakuan sementara para tersangka, motif pembuatan uang palsu itu karena motif ekonomi. "Belum ada pengakuan karena motif lainnya. Mereka juga mengaku bahwa uang palsu buatan mereka itu sudah beredar lebih dari Rp 400 juta yang diedarkan di Jawa Tengah dan Jawa Barat," ujarnya.Sementara seorang sumber polisi mengatakan modus pengedaran uang palsu itu dengan cara diperjualbelikan, satu lembar uang lima puluh ribuan asli ditukar dengan tujuh lembar uang palsu. "Uang palsu yang belum diedarkan berhasil disita mencapai Rp 280 juta. Kalau sehari mereka mencetak 350 lembar, uang palsu yang sudah dibuat dan beredar sudah mencapai milyaran rupiah," paparnya. (asy/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads