"Irman Gusman wakil dari Sumatera Barat, sementara AM Fatwa kelahiran Sulawesi Selatan. Peta persaingan di lapangan menunjukkan kedua tokoh tersebut cukup mendapat dukungan," kata anggota DPD terpilih asal Sumatera Utara Parlindungan Purba kepada detikcom, Senin (28/9/2009).
Parlindungan menilai, saat ini belum bisa dilihat secara pasti dukungan terhadap masing-masing kandidat yang muncul. Sebab, semua akan tergantung dengan model pemilihan apakah menggunakan zona atau lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut pria yang terpilih kembali sebagai senator asal Sumut ini, Irman atau pun Fatwa sama-sama memiliki pendekatan politik. Hanya saja caranya yang berbeda. Perbedaan itulah yang diyakini akan menjadikan dinamika politik di DPD semakin menarik.
Sementara itu, Direktur Indo-Barometer M Qodari yang dihubungi detikcom menyatakan, sebagai wakil ketua DPD, Irman sudah mempunyai kelebihan dibanding calon lainnya. Bekal relasi yang bagus dengan anggota DPD merupakan modal utama yang bisa dimanfaatkan Irman untuk memenangkan kursi Ketua DPD.
"Dari analisa kami kemungkinan dua orang ini yang akan bersaing, Irman masih relatif muda dari segi usia. Tak kalah penting, Irman komunikasinya dengan anggota DPD dan banyak pihak bagus. Bisa diterima di mana-mana," kata Qodari.
Sementara, nama AM Fatwa dinilai akan bisa menjadi kuda hitam. Sebagai politisi senior, kata Qodari, Fatwa memiliki jaringan yang kuat. Politisi senior mitra Fatwa diyakini Qodari akan memberi andil dalam menggalang dukungan.
Fatwa yang juga berasal dari Partai Amanat nasional (PAN) juga merupakan modal tersendiri. Posisi Fatwa itu akan membuat anggota DPD yang punya ikatan dengan Muhammadiyah berpeluang memberi dukungan ke Fatwa jika bisa memainkan perannya dengan baik.
(yid/nrl)











































