Wapres: Kenaikan Tarif Telepon Bisa Jadi Bumerang

Wapres: Kenaikan Tarif Telepon Bisa Jadi Bumerang

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2004 13:58 WIB
Solo - Wakil Presiden Hamzah Haz menyatakan kenaikan tarif telepon diharapkan tidak mempengaruhi tingkat inflasi. Namun jika kenaikan ini justru menekan daya beli masyarakat, akan menjadi bumerang dan bisa menimbulkan reaksi. Dia juga berharap kenaikan yang hanya beberapa hari menjelang Pemilu itu tidak menimbulkan gejolak yang bernuansa politis.Hal itu dikemukakan Hamzah Haz saat berkunjung di Solo, Kamis (1/4/2004). "Kita harapkan kenaikan (tarif telepon) itu tidak mempengaruhi tingkat inflasi, tidak menambah beban rakyat dan daya beli rakyat. Sebaliknya justru akan menambah kegiatan ekonomi kita," kata HamzahMenurut dia, jika kenaikan itu justru bersifat kontraksi atau makin menambah daya beli maka akan menjadi bumerang. Karenanya seharusnya diupayakan dengan kenaikan itu makin mendorong kegiatan dunia usaha. "Kalo sebaliknya maka itu akan jadi bumerang bagi kita sekalian ini," ujarnya. Saat ditanya apakah kenaikan itu tidak akan menimbulkan reaksi pada masyarakat yang bisa berdampak buruk, Hamzah bahwa masyarakat sudah terbiasa menghadapinya. Meskipun demikian, menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya reaksi."Ya bagaimana lagi, masyarakat sudah terbiasa dengan yang seperti itu. Lagipula harus dilihat bahwa komponen telepon itu seberapa persen dari kegiatan ekonomi, apakah besar pengaruhnya. Kita lihat saja dulu. Kalau kenaikan ini menaikkan daya beli, itu memang akan menimbulkan reaksi," ujarnya.Hamzah juga menambahkan bahwa jangan sampai ada gejolak politik akibat kenaikan tarif telepon yang diberlakukan hanya beberapa hari menjelang Pemilu tersebut. "Mudah-mudahan saja tidak ada (gejolak) yang itu," kata Hamzah. (mbr/)


Berita Terkait