Seperti dilansir AFP, Minggu (27/9/2009), senjata itu diselundupkan di dalam perahu nelayan Hung Hsing. Ratusan senjata tersebut merupakan penangkapan terbesar sepanjang sejarah di kepulauan itu.
Polisi setempat langsung menahan pemimpin penyelundupan, Tin Chen Hsiang (53) dan 2 orang lainnya di rumah pribadi mereka. Berikutnya, polisi menangkap 2 orang lainnya
Petugas kepolisian mengatakan, senjata api ilegal tersebut, termasuk 4 senjata mitralyur ringan buatan Prancis serta 22.600 butir peluru dan 6 senapan granat, akan menjadi ancaman serius bagi Taiwan.
(mei/sho)











































