Seperti dilansir Reuters, Minggu (27/9/2009), manuver Iran itu bersamaan dengan meningkatnya ketegangan antara Iran dengan negara-negara Barat terkait nuklir. Minggu lalu Iran mengakui tengah membangun pabrik pengayaan uranium keduanya.
"Pesan dari manuver ini ditujukan kepada negara-negara yang hendak menciptakan ketakutan, bahwa kami mampu menghadapi permusuhan mereka dengan cara yang tepat dan cepat," kata Kepala Garda Revolusi Iran, Jenderal Hossein Salami.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Televisi pemerintah Iran menunjukkan jejak misil yang melaju ke angkasa di sebidang tanah yang menyerupai padang pasir. Stasitun televisi lain menyebutkan senjata yang diuji coba pada hari Minggu itu meliputi misil darat dan laut yang diberi nama Fatah (Jaya) dan Tondar (Guntur).
Sementara itu, radio pemerintah Iran menyatakan Garda Revolusi akan melakukan uji coba misil Shahab 3 pada Senin, 28 September. Misil tersebut memiliki daya jelajah 2.000 km dan berpotensi menjangkau pangkalan AS dan Israel di kawasan Teluk. Shahab 3 terakhir kali diuji coba pada pertengahan 2008. (sho/mei)










































