AS Kutuk Penyerangan Warga Sipil & Tentara di Irak
Kamis, 01 Apr 2004 11:45 WIB
Jakarta - Pemerintah Washington mengutuk keras penyerangan di Irak yang mengakibatkan tewasnya empat kontraktor AS dan lima tentara AS. Empat jenazah warga sipil AS tersebut diseret di jalanan oleh massa yang marah. Bahkan dua di antaranya digantung di jembatan dan dilempari batu.Departemen Luar Negeri (Deplu) AS membenarkan bahwa empat orang yang terbunuh tersebut adalah warga negara AS. Mereka bekerja untuk perusahaan Blackwater Security Consulting of Moyock, North Carolina, AS."Ini serangan mengerikan oleh orang-orang yang berusaha mencegah demokrasi bergerak maju," cetus Juru bicara Gedung Putih Scott McClellan. "Kami mengutuk serangan ini sekeras-kerasnya," tandasnya seperti dilansir AFP, Kamis (1/4/2004).Sementara lima prajurit AS tewas dalam serangan terpisah di negeri bekas rezim Saddam Hussein itu. Mereka tewas ketika konvoi kendaraan mereka terkena bom di sebelah barat laut pangkalan militer AS di Habbaniya, sekitar 90 kilometer sebelah barat ibukota Baghdad.Dengan insiden tersebut, sejauh ini sudah 291 tentara AS yang tewas sejak 1 Mei 2003 lalu, ketika Presiden George W Bush mengumumkan berakhirnya perang utama di Irak.Baik McClellan dan juru bicara Deplu AS Adam Ereli menegaskan bahwa AS tidak akan digoyahkan oleh serangan-serangan tersebut dalam tujuannya memulihkan demokrasi di Irak."Pemerintah AS tentu saja berkomitmen untuk terus mengupayakan ini sampai akhir," ujar Ereli.
(ita/)











































