Aktivis Forkot Ditangkap Polres Jakarta Timur
Kamis, 01 Apr 2004 09:58 WIB
Jakarta - Seorang aktivis Forkot mahasiswa Mpu tantular, ditangkap aparat Polres Jakarta Timur karena dianggap melecehkan Partai Golkar. Namun, sampai saat ini polisi mengaku kesulitan mengungkap identitas mahasiswa tersebut, karena bungkam dan tak ada satupun tanda pengenal yang ia bawa.Penangkapan sendiri dilakukan pihak kepolisian Rabu (31/3/2004) siang sekitar pukul 13.30 WIB di depan kampus Mpu Tantular. Sebab-musabab penangkapan masih belum jelas benar. Ada yang menyebutkan aktivis Forkot tersebut membakar bendera Golkar ada juga yang menyebutkan aktivis tersebut melakukan pelecehan dengan kata-kata penghinaan.Salah seorang anggota tim pengacara yang diminta Forkot, Abu dari Kontras menyebutkan bahwa pihaknya kesulitan menemui yang bersangkutan. Alasan pihak kepolisian, mahasiswa tersebut sampai sekarang tidak mau memberikan keterangan apapun, termasuk tidak mau membuka identitasnya. "Dia tidak mau sebutkan jati dirinya, tidak bawa identitasnya, juga tidak mau memberikan keterangan soal peristiwa di Mpu Tantular," kata Abu saat dihubungi detikcom.Abu sendiri menjadi anggota tim kuasa hukum karena dihubungi teman-temannya di Forkot. Abu juga mengaku keberatan menyebutkan nama yang aktivis yang ditangkap, karena yang bersangkutan tak memberikan ijin. "Kami mempunyai nama mahasiswa tersebut, namun sepanjang belum ada ijin dari orang tersebut, kami tak bisa memberikan nama. Saya juga sudah yakinkan polisi, kalau kami dipertemukan, maka dia mau bicara," kata Abu.
(jon/)











































