Warga RI di Jepang Juga Antusias Sambut Pemilu

Warga RI di Jepang Juga Antusias Sambut Pemilu

- detikNews
Kamis, 01 Apr 2004 09:41 WIB
Jakarta - Selain di AS, WNI di Jepang juga antusias menyambut Pemilu 2004. Bahkan mereka mendirikan Komite Bersama Pemilu Luar Negeri (Kombes PLN) Jepang.Dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Kamis (1/4/2004), Kombes PLN Jepang ini terbentuk pada 21 Februari 2004 dan dipimpin oleh Sidik Permana, mahasiswa Program Pasca Sarjana Tokyo Institute of Technology. Kombes PLN merupakan komite independen dan "buttom up" yang berasal dari berbagai organisasi yang berada di Jepang, yang terdiri dari PPI (Persatuan Pelajar Indonesia)-Jepang, PPI Kanto, IPDF(Indonesian Policy Dialogue Forum), KAMMI-JP, PMIJ, ISTECS-JP, PERSADA-JP, KMII-JP, KMKI-JP, PIEF, Forum Konsultasi Trainee Indonesia Jepang, dan semua elemen masyarakat yang baik individu maupun institusi. Empat agenda utama Komite ini adalah pendidikan olitik (voter education), pemantauan pemilu, advokasi pemilih dan sosialisasi pemilu. Jalannya kegiatan Komite Bersama ini akan memanfaatkan sarana mailing list (milis) organisasi yang ikut terlibat dalam komite ini, website khususnya dilinkkan di masing masing organisasi terkait, sosialisasi mingguan dan dialog dengan menggunakan Radio Online, dan juga selebaran. Kegiatan diskusi dan seminar juga akan diadakan seperti dialog politik dan pemilu, dialog partai, dan simulasi pelaksanaan pemilu.Kegiatan komite ini merupakan sebuah bentuk kepedulian masyarakat Indonesia di Jepang akan arti pentingnya pemilu bagi perubahan masa depan bangsa, karena dengan kesadaran dan partisipasi politik masyarakatlah problematika bangsa ini perlahan-lahan dapat diselesaikan, karena perlu kerja keras semua pihak.Untuk pelaksanaan pemilu di luar negeri dapat digunakan pemilihan dengan via pos, jadi pemilih cukup mengirimkan surat suara via pos, dan jumlahnya yang menggunakan pola ini lebih dari 50% pemilih. Hal ini terjadi karena data penduduk indonesia yang tinggal di Jepang, lebih dari 50% adalah Tenaga Kerja yang di sebut Trainee yang susah mendapatkan waktu luang untuk datang ke TPS, juga karena letak yang jauh.Keberadaan TPS di Jepang diyakini belum bisa memandai, hanya ada 2 TPS saja di Tokyo dan di Osaka, sehingga pemilih yang datang mencoblos langsung diperkirakan hanya 15-20 persen saja, sisanya via pos.Untuk wilayah yang ditangani PPLN Tokyo, sampai ditutupnya pendaftaran, jumlah Calon Pemilih adalah 7.080 orang dengan komposisi jumlah calon pemilih Laki-laki 5410 dan jumlah calon pemilih perempuan 1661.Sampai berita ini diturunkan untuk daerah Tokyo masih ada puluhan pendaftar yang belum terdaftar padahal telah mendaftarkan diri dan belum mendapat surat panggilan, sedangkan pemilih yang berdomisili di luar tokyo diperkirakan ratusan orang belum mendapatkan surat panggilan dan surat suara. (nrl/)


Berita Terkait