Dua dari tiga tahanan itu dipindahkan ke Irlandia, namun Depkeh AS menolak mengindentifikasi mereka atau pun mengungkap kapan pemindahakan dilakukan. Pemberitaan media pada Juli lalu menyebut keduanya berkewarganeraan Uzbek, namun pemerintah AS dan Irlandia menolak berkomentar.
Sedangkan tahanan satunya adalah Alla Ali bin Ali Ahmed, asal Yaman. Dia dikirimkan kembali ke negaranya setelah pengadilan federal memutuskan pembebasannya. Otoritas AS juga menolak mengungkapkan kapan Alla dibebaskan.
"Pemerintah AS bekerjasama dengan pemerintah negara-negara dari masing-masing tahanan untuk memastikan pemindahan di bawah penjagaan yang memadai dan akan meneruskan berkonsultasi dengan pemerintahan negara-negara tersebut terkait para tahanan ini," ujar Depkeh pada Sabtu (26/9/2009) seperti dilansir AFP.
Sejak tahun 2002, lebih dari 550 tahanan dipindahkan dari Guantanamo. Tahanan ini merupakan simbol Presiden Bush pada 'perang melawan teror' yang banyak mengundang kritik.
Presiden AS Barack Obama berjanji menutup rumah tahanan Guantanamo menjelang Januari, namun dia menghadapi perlawanan serius dari dalam negeri, utamanya terhadap pemindahan sejumlah tahanan ke daratan AS untuk diadili atau terus ditahan.
Seorang WNI juga ditahan di Guantanamo yaitu Hambali alias Riduan Ishamuddin. Namun kapan Hambali mendapat giliran dipindahkan, masih tanda tanya.
(nrl/rdf)











































