"Saya tegaskan, saya tidak pernah menerima menerima uang sepeser pun terkait penanganan kasus apapun, termasuk dalam kasus Anggoro," kata Chandra saat dihubungi wartawan, Sabtu (26/9/2009).
Menurut Chandra, tudingan suap dan pemerasan adalah fitnah yang sangat kejam. Sejak awal masuk KPK, ia tidak pernah bertujuan untuk mencari uang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bekas pengacara ini menambahkan, saat diperiksa kepolisian pernah ditanyakan soal hubungannya dengan Ari Muladi, Yulianto, dan Edy Sumarsono. Saat itu ia menegaskan, tidak pernah mengenal ketiganya.
"Saya jawab tidak kenal, tidak pernah berhubungan dengan orang-orang tersebut. Penyidik juga tidak menjelaskan maksud pertanyaan itu apa, tidak dikaitkan dengan suap atau pemerasan," paparnya.
Terkait soal kronologi penyuapan versi kepolisian, Chandra melihat masih ada
keganjilan. Tidak jelas kapan disebutkan soal waktu penerimaan uang.
"Menurut saya, juga belum clear kapan saya disebut menerima uang. Ada yang bilang dalam tuduhan saya menerima Februari atau April 2009. Semua belum jelas," tutupnya.
(mad/rdf)










































