SBY: Maaf, Gaji Menteri Belum Naik

SBY: Maaf, Gaji Menteri Belum Naik

- detikNews
Sabtu, 26 Sep 2009 15:57 WIB
SBY: Maaf, Gaji Menteri Belum Naik
Pittsburgh - Sejak 2004 gaji belum juga naik. Toh demikian, para menteri Kabinet Indonesia Bersatu nampaknya tetap harus bersabar. Sebab, Presiden SBY belum berniat menaikkan gaji para menteri. "Mohon maaf jika para menteri belum naik gaji," kata Presiden SBY.

Persoalan gaji para menteri itu diungkapkan SBY ketika menjawab pertanyaan wartawan saat jumpa pers yang diikuti wartawan detikcom Budiono Darsono di lantai 3 Hotel Westin, Pittsburgh, Amerika Serikat, Sabtu (26/9/2009).

"Terus terang saya tidak enak sama rakyat, yang diomongin kok gaji terus. Tapi bahwa gaji presiden maupun menteri itu belum naik sejak 2004, itu kenyataan dan tidak mengada-ada," kata SBY.

Jika saja urusan kenaikan gaji menteri terlewatkan, menurut SBY, tak lain karena selama 5 tahun ini pemerintah terkonsentrasi memikirkan berbagai program pro rakyat, seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang kini ternyata banyak ditiru negara-negara lain, seperti Jepang dan bahkan Amerika Serikat.

"Pemerintah memikirkan gaji untuk PNS, guru, tentara, polisi, semua dipikirkan. Jadi rakyat jangan kuatir. Pemeritah 5 tahun ini memikirkan mereka semua dan kalau saya mengatakan gaji menteri, bahkan gaji presiden belum naik sejak 2004, itu tidak mengada-ada," jelas SBY.

SBY bukannya tidak ingin gaji presiden dan para menteri itu naik. Hanya saja, diperlukan terlebih dahulu suatu konsep remunerasi yang tepat. SBY sendiri sudah menugasi menteri keuangan dan menteri terkait untuk merancang sistem remunerasi yang tepat.

"Menurut aturan gaji paling tinggi itu presiden. Tapi dalam kenyataannya, gaji presiden Indonesia itu justru pada strata yang kesekian. Solusinya tidak bisa menaikkan gaji presiden begitu saja. Tidak bisa begitu," kata SBY.

Menurut SBY, harus dilihat secara menyeluruh. Bagaimana gaji pejabat lembaga-lembaga negara, lembaga pemerintah, gubernur, bupati, direksi BUMN, harus dicek, dan dilihat pantas tidaknya, supaya adil. Dengan demikian, jika sudah adil, itu bisa dijadikan suatu kebijakan, sehingga semua pihak bisa menerima.

Ke depannya, masih dikatakan oleh SBY, memang harus ada sistem remunerasi baru yang adil. Kalau adil itu semuanya akan senang. Adil dari segi tanggung jawab. Adil dari segi posisi. Adil dari segi jenjang penugasan dan pengalaman.

"Tidak boleh orang berjuang sendiri-sendiri, membikin rencananya sendiri. Nantinya bukan perlombaan persenjataan tapi perlombaan naik gaji," kata SBY.

Nah, menurut SBY, mudah mudahan pada kabinet baru nanti sudah akan ada sistem remunerasi yang lebih adil dan menyangkut semua lembaga negara dan pemerintah, termasuk birokrasi dan pejabat daerah.

"Dan saya minta maaf kalau para menteri yang sekarang ini belum naik gaji sejak 2004," kata SBY.

(bdi/gah)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads