Sang interpreter yang menerjemahkan apa yang diucapkan Qaddafy ke dalam bahasa Inggris hanya bisa bertahan selama 75 menit sebelum akhirnya KO. "Saya tidak sanggup lagi," ujarnya seperti yang dilansir AFP dari harian New York Post, Jumat (13/9/2009).
Untung saja kepala seksi seksi arab PBB Rasha Ajalyaqeen bertindak cepat. Ia langsung meneruskan tugas interpreter sampai selesai selama 20 menit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini pertama kalinya saya temukan selama 25 tahun," tambahnya.
Qaddafy bicara banyak hal, meskipun tidak selalu jelas. Sembari melambaikan copy Piagam PBB, dia mencaci apa yang disebutnya ketidakmerataan institusi dan mendesak bekas negara-negara kolonial membayar 7,77 triliun dolar untuk mereparasi negara-negara Afrika.
Qaddafy juga membela Taliban, mengutarakan pemikirannya tentang pembunuhan Presiden John F Kennedy pada 1963 dan juga bicara soal pandemi flu H1N1 alias flu babi yang bisa jadi merupakan senjata militer.
(gah/nik)











































