Kerjasama Militer RI-Timor Leste Tak Terganggu

Australia Buka Balibo Five

Kerjasama Militer RI-Timor Leste Tak Terganggu

- detikNews
Jumat, 25 Sep 2009 16:40 WIB
Kerjasama Militer RI-Timor Leste Tak Terganggu
Jakarta - Pemerintah Indonesia dengan tegas mengatakan, kasus Balibo Five tidak perlu ditanggapi lagi, terkait rencana Kepolisiaan Federal Australia (AFP) yang akan membuka lagi kasus tersebut. Pihak TNI pun menyatakan rencana Australia ini tidak akan mengganggu hubungan militer antara RI dan Timor Leste (TL).

"Tidak ada perubahan rencana membangun hubungan militer dengan Timor Leste, hanya karena keputusan penyidikan kasus Balibo. Bagi kami, sesuai dengan rekomendasi KKP, kita akan melihat ke depan bukan ke belakang," kata Kepala Pusat Penerangan (Puspen) TNI, Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen yang  dihubungi wartawan di Jakarta, Jum'at (25/9/2009).

Menurut Sagom, RI dan TL sudah sudah sepakat bahwa apa yang terjadi di masa lalu adalah masa lalu. Bila pihak Australia mau kembali membuka kasus yang menewaskan lima wartawannya tahun 1975 itu, tentu bukan hal yang dianggap akan menganggu hubungan bilateral RI-TL, khususnya di bidang militer.

"Balibo Five itukan bagian dari masa lalu, sehingga tidak ada hubungan. Kalau Balibo itukan korban akibat dua pihak yang bertempur. Jangan  disalahkan satu pihak saja. Jangan diarahkan seolah-olah TNI yang membunuh," tegasnya.

Sagom menyatakan, hubungan bilateral antara RI dan TL selama ini berjalan dengan baik. Begitu juga dengan hubungan militer kedua negara yang ditandai saling berkunjungnya para Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara dan telah menyepakati adanya kerjasama militer tersebut.

"Kita pegang statement PM, presiden dan pimpinan militer Timor Leste untuk membangun hubungan kedua negara dan menerima rekomendasi KKP untuk melupakan masa lalu dan menatap masa depan," ujarnya.

Sagom menjelaskan, posisi terakhir rencana kerjasama pertahanan itu akan segera ditindaklanjuti. Pihak RI saat ini sedang menunggu inisiatif pihak TL untuk membangun kerjasama pertahanan oleh Menteri Pertahanan kedua negara.

Atas dasar itulah, lanjut Sagom, kerjasama pertahanan bisa dilakukan. Namun, sambil menunggu hal itu, Panglima Angkatan Bersenjata kedua negara sudah melakukan pertemuan.

"Paling cepat, personel mereka ikut latihan, tukar kunjungan personel. Itu sementara yang paling mungkin bisa diimplementasikan. Kalau kedua panglima belum bicarakan waktu, tapi Menhan Juwono Sudarsono sudah bilang, setiap saat kalau mereka datang kita tangan terbuka," pungkasnya.

(zal/lrn)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads