Itulah nasib pasangan pengantin baru di Haryana, India, Ravinder dan Shilpa. Kebersamaan mereka harus dilengkapi pihak kepolisian untuk menjaga mereka dari serangan warga kelompoknya yang tidak menyetujui pernikahan mereka, demikian dilansir AFP, Jumat (25/9/2009).
Dewan sosial kampung khaap panchayat telah memutuskan keduanya berasal dari sub kasta yang sama sehingga seharusnya menjadi kakak dan adik.
"Pernikahan tersebut telah melampaui prinsip persaudaraan dari organisasi sosial kami. Kami tidak dapat mentoleransinya," ujar wakil ketua dewan, Raghuvender Singh Dahiya.
Β
Peraturan tersebut cukup serius memperingatkan jika terdapat pasangan yang terbukti melanggar atau mengabaikan kasta, agama, dan perbedaan sosial dalam menentukan pasangan, pasangan tersebut dapat dibunuh.
Akibatnya, selama 4 bulan ini Ravinder dan Shilpa kini tinggal di sebuah tempat rahasia di pinggiran New Delhi.
Sebelumnya, pernikahan mereka digelar oleh kedua belah pihak keluarga. Awalnya mereka yakin akan baik-baik saja karena akan tinggal pada wilayah yang terpisah dari keluarganya. Akan tetapi hal itu tidak berlangsung lama.
"Saya diberitahu keluarga jika saya terhubung melalui generasi. Sehingga pernikahan kami tidak benar dan kami harus berpisah," cerita Ravinder.
Akhirnya, hukuman pun dijatuhkan. Ayah Revinder dibuang dari kelompoknya untuk 3 bulan sementara Ravinder dan Shilpa diasingkan selamanya.
"Saya takut saya akan dilukai atau dibunuh apabila saya melangkah di Haryana. Hidup saya sudah terancam sejak saya menikah. Polisi tidak akan menjaga kami selamanya tetapi ketakutan akan tetap menghantui kami," ujarnya.
(amd/nrl)











































