Media massa Swedia melaporkan, aksi perampokan disertai beberapa kali ledakan keras di perusahaan pengamanan dan jasa penanganan cash G4S itu terjadi di Vastberga (baca: Vestberya), sebelah selatan Stockholm, Rabu (23/9/2009) pagi waktu setempat.
G4S bergerak di bidang jasa penanganan cash untuk perbankan dan perusahaan besar di 110 negara dengan total jumlah karyawan mencapai 530 ribu orang di seluruh dunia dan 1.000 orang di Swedia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Longgren, ledakan-ledakan itu bahkan sempat terdengar oleh para anak buahnya dari kantor mereka di Vestberya. Pelaku kabur dengan helikopter itu ke arah utara.
Total uang cash yang berhasil digondol para perampok diperkirakan lebih dari 400 juta SEK atau lebih dari Rp600 miliar. Saat ini warga Stockholm lagi was-was. Mereka takut tidak bisa mengambil uang cash, apalagi hari ini dan besok adalah tanggal gajian.
Dikatakan, bahwa Sweden’s National Task Force, sebuah satuan taktikal paramiliter dalam Rikskriminalpolisen atau Departemen Investigasi Kriminal Nasional, saat ini telah dilibatkan untuk ikut menginvestigasi kasus perampokan terbesar ini.
Polisi mengonfirmasi bahwa helikopter yang dipakai untuk merampok itu berjenis Bell 206 Jet Ranger, yang sebelumnya dicuri dari sebuah hangar dekat Norrtalje, sebelah utara Stockholm. Helikopter tersebut ditemukan polisi pada hari yang sama di dekat Arninge, sekitar 30km arah utara dari lokasi perampokan.
(es/es)











































