"Akan diserahkan setelah segala sesuatunya yang berkaitan dengan administrasi dan kepentingan penyidikan dianggap selesai," ujar Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Pol Sulistyo Ishak dalam perbincangan lewat telepon, Kamis (24/9/2009).
Menurut Sulistyo, Polri masih terus melengkapi administrasi dan masih terus mendalami kasus terorisme pascatewasnya Noordin. "Kita akan dalami," ungkapnya.
Sulistyo berharap, penyidikan yang dilakukan tim akan berlangsung secepatnya sehingga keluarga bisa segera mengubur Noordin di Malaysia.
Pihak Malaysia hingga kini juga belum selesai mengurus administrasi pemulangan jenazah Noordin. Polri juga masih menunggu kesiapan administrasi dari keluarga.
"Dari negaranya administarsi belum selesai. Tapi intinya untuk kelengkapan penegakan hukum kita tunggu hasilnya dari tim," jelasnya.
Selain Noordin, jenazah Bagus Budi Santoso alias Urwah juga belum boleh diambil oleh keluarga. "Prinsipnya sama. Semuanya akan memerlukan waktu," kata dia.
Noordin dan Urwah tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Solo, Jawa Tengah, 17 September lalu. Bersamanya, DPO Polri terkait bom Mega Kuningan Ario Sudarso alias Aji juga tewas. Sementara Hadi Susilo alias Adib yang menyembunyikan mereka juga tewas. (nik/nrl)











































