"Sudah menjadi pengetahuan publik bahwa Adnan Buyung Nasution dan Todung Mulya Lubis adalah para pendukung SBY. Jadi tidak bisa mereka dipandang sebagai tokoh independen," kata Hendardi dalam siaran pers Setara Institue yang diterima detikcom, Kamis (24/9/2009).
Memang, Adnan Buyung dan Todung merupakan orang-orang yang memiliki kapasitas dan kepedulian tinggi. Namun, menurut Hendardi, hal itu tetap tidak bisa menjawab keraguan publik karena mereka adalah lingkaran dalam SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi, lanjut Hendardi, SBY justru keliru, kalau menganggap kedua tokoh ini akan dipersepsi oleh publik sebagai tokoh independen. "Tidak bisa cara-cara semacam ini digunakan sebagai alat memperlemah gerakan demokrasi," jelas dia.
Jalan berputar SBY menjawab kritik masyarakat atas Perpu Plt Pimpinan KPK dinilai Hendardi semakin menunjukkan bahwa landasan hukum yang akan dipilih dan mekanisme penanganan 'krisis' KPK kehilangan rasionalitas dan justifikasi yuridisnya. Yang dominan justru aroma kepentingan politiknya.
Karena itu, Setara Institute mengimbau masyarakat sipil menolak terbitnya Perppu untuk menolak rencana undangan pertemuan konsultasi yang akan diadakan oleh Tim Lima. "Prinsip demokrasi tidak bisa dinegosiasikan," ujar dia.
(asy/gah)










































