"Wajib berkonsultasi dengan pimpinan KPK yang ada," kata bekas anggota panitia seleksi Pimpinan KPK, Mas Ahmad Santosa, saat berbincang lewat telepon, Rabu (23/9/2009).
Konsultasi ini diperlukan untuk mengetahui sosok pengganti ideal yang bisa berkoordinasi dengan pimpinan lama. Selain itu, perlu juga dibicarakan soal kondisi KPK terkini.
"Ini soal nasib lembaga, masa nggak dikonsultasikan," ucapnya.
Menurut Ota, begitu ia biasa disapa, tim perumus itu sengaja dibentuk untuk merespon protes yang disampaikan sejumlah pihak. Lalu untuk menghindari kecaman lebih lanjut, tim perumus diserahkan pada 5 orang yang relatif bersih.
"Ini perkiraan saya, karena mereka kredibel dan punya telinga yang dekat dengan para penggiat antikorupsi," jelasnya.
Menurut Ota, nama-nama calon Plt KPK tidak mungkin sudah tersedia sehingga tim perumus hanya menjadi tameng SBY. Jika orang sekelas mantan Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki dan anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution menerima ajakan tersebut, pasti ada alasan khusus. Sebab, selama ini keduanya dikenal 'keras' dalam pemberantasan korupsi.
"Jadi kalau ada kecurigaan mereka hanya dijadikan tameng, saya rasa nggak mungkin. Akan ditolak duluan oleh dua orang tersebut," tutupnya.
(mad/ken)











































