Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Republik Bulgaria Immanuel Robert Inkiriwang dalam kesempatan halal bi halal Idul Fitri di Wisma Duta, Sofia, Bulgaria (21/9/2009).
"Selain merupakan hari besar bagi umat Muslim, perayaan Idul Fitri ini juga merupakan salah satu contoh toleransi dan kerukunan antarumat beragama di Indonesia," ujar Inkiriwang di hadapan para Dubes negara-negara Islam di Sofia, Klub Nusantara, Friends of Indonesia, wartawan media massa utama Bulgaria dan warga Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi Inkiriwang ini adalah Idul Fitri kedua sejak menempati pos KBRI Sofia (Oktober 2007). Di tangannya hari raya ini dijadikan sebagai salah satu medium diplomasi dengan mengundang berbagai pihak di luar masyrakat Indonesia.
"Tujuannya untuk mengenalkan wajah toleran bangsa Indonesia yang beragam etnik dan agama kepada masyarakat setempat dan negara-negara sahabat lainnya melalui Dubes mereka," jelas Inkiriwang seperti disampaikan Sekretaris III Sosbud Protkon Aditya Timoranto kepada detikcom hari ini.
Pada kesempatan itu Dubes Palestina untuk Bulgaria, Dr. Ahmed Al-Madbuh, menyatakan kegembiraannya dapat merasakan bagaimana Idul Fitri dirayakan dalam tradisi Indonesia, sebuah negara yang menurutnya sangat dekat di hatinya. Al-Madbuh kebetulan tahun ini baru saja berkunjung ke Indonesia mengikuti The Third International Senior Diplomatic Training Course for ASEAN Plus Three Countries and Palestine, 30/3-24/4/2009.
Sedangkan Dubes Mesir untuk Bulgaria, Olfat Farah, menyatakan suasana halal bi halal di Wisma Duta mengingatkan dirinya akan kegembiraan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Farah sendiri pernah tinggal di Indonesia, mengikuti suaminya diplomat Mesir yang ditempatkan di Jakarta (1996).
Sementara wartawan dari surat kabar Trud memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menggali lebih dalam mengenai makanan tradisional Lebaran yang disajikan dengan mewawacarai nyonya rumah Fely Rose Inkiriwang.
Di hari istimewa itu nyonya rumah memang menyajikan opor ayam, rendang, ketupat, sambal goreng daging, balado udang, sayur godog disertai kue-kue jajanan pasar, yang semuanya kuliner eksotik langka dan tak bisa sembarang dijumpai di Bulgaria.
(es/es)











































