Dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (20/9/2009), masyarakat muslim di Duisburg yang kebanyakan mahasiswa menyulap bar di sebuah asrama mahasiswa menjadi tempat salat Id. Hal ini karena terbatasnya tempat yang bisa dipakai untuk salat Id berjamaah.
Sempitnya ruangan dan terbatasnya fasilitas ibadah seakan tidak mengurangi kekhusukan jamaah menjalankan ibadah. Tepat pukul 8 pagi, takbir dikumandangkan serempak oleh sekitar 30 jamaah yang berdatangan dari berbagai kota di daerah Ruhr Gebiet.
Selaku Khatib dalam salat Id kali ini adalah Dr Makin, dosen IAIN Yogyakarta yang kebetulan sedang melakukan penelitian di Universität Bochum.
Dalam khotbahnya, ia berpesan kepada jamaah supaya tidak melupakan identitas dan budaya bangsa meskipun telah mengenyam pendidikan di barat.
Ia mengajak para jamaah yang hadir untuk menghargai dan tidak bosan-bosan menggali pemikiran para founding father Indonesia seperti Muhammad Hatta Hatta, Muhammad Natsir dan Prof Hamka, yang menurutnya, sudah memadukan aspek religi dan budaya lokal Indonesia.
(lrn/lrn)











































