Wanita asal Brebes ini harus merelakan rumahnya hangus dilalap api. "Saya belum sempat nyiapin ketupat buat anak-anak, tahu-tahu rumah sudah terbakar," kata Fatimah kepada detikcom di depan rumahnya di Jl Teluk Intan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (20/9/2009).
Menurut Fatimah, sebelum kebakaran terjadi, Ia bersama seorang anaknya, Ani (19), sedang memasak sayur opor, teman santap ketupat. Namun, belum sempat ia menghidangkan menu lebaran pagi untuk keluarga besarnya, api sudah membakar rumah.
"Api begitu cepat membesar dalam hitungan menit," ungkapnya sambil terisak.
Api cepat membesar akibat angin bertiup kencang. Selain Fatimah, ada 40 lebih rumah yang juga terbakar habis.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 09.00 WIB. Diduga api berawal dari adanya kompor gas yang meledak pada salah satu rumah.
Sebagian besar rumah di areal seluas 30x50 meter tersebut terbuat dari bangunan semi permanen yang mudah terbakar. Meski tidak ada korban jiwa, namun hampir 200 orang lebih tidak bisa berlebaran di rumahnya.
"Sekarang bingung harus berlebaran di mana?" ucap Fatimah.
(ape/mok)











































