Sultan tiba di Alun-alun Utara Yogyakarta mengendarai Toyota Alphard Hitam AB 10 HB pada pukul 06.30 WIB. Sultan mengenakan kemeja batik warna hijau motif parang, celana panjang hitam dan berkopiah. Sultan didampingi adiknya GBPH Joyokusumo.
Setelah disambut sejumlah panitia, Sultan kemudian duduk di deretan paling depan tepat di belakang imam. Bersama jamaah lainnya, Sultan juga turut mengumandangkan takbir hingga menjelang dilaksanakannya salat idul fitri tepat pukul 07.00 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan khatib, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Provinsi Daerah
Istimewa Yogyakarta (DIY) H Agung Danarto.
Dalam ceramahnya Agung mengingatkan agar umat Islam menjadi muslim yang moderat. Islam juga menentang segala bentuk sikap ekstrim karena akan menimbulkan dampak negatif dan ekses minus bagi individu, keluarga, masyarakat, negara dan dunia.
"Sikap ekstrim dalam beragama juga akan memberikan dampak negatif terhadap agama itu sendiri," katanya.
Menurut Agung, ada enam faktor yang dapat memunculkan sikap ekstrim di kalangan muslim yakni, faktor pemikiran, ekonomi, politik, sosial, psikologis dan pendidikan.
Seusai mendengarkan khatib berceramah, Sultan bersama adiknya GBPH Joyokusumo kemudian mengikuti acara silaturahmi dan ramah tamah serta halal bi halal bersama warga masyarakat di gedung PDHI yan berada di sudut barat Alun-alun Utara Yogyakarta.
Saat menuju gedung yang berjarak sekitar 100 meter tersebut, puluhan warga saling berebutan untuk bersalaman dengan Sultan. Sultan pun dengan ramah menerima ucapan selamat Idul fitri dan jabat tangan dari warga masyarakat.
(bgs/mok)











































