Depag: Secara Hisab, Hilal Sudah Bisa Dilihat

Depag: Secara Hisab, Hilal Sudah Bisa Dilihat

- detikNews
Sabtu, 19 Sep 2009 17:20 WIB
Depag: Secara Hisab, Hilal Sudah Bisa Dilihat
Jakarta - Senada dengan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Departemen Agama (Depag) juga mengatakan secara hisab (perhitungan astronomi) hilal sudah bisa dilihat. Jika mendasarkan pada hisab saja, maka 1 Syawal 1430 H jatuh pada 20 September 2009.

"Secara hisab atau perhitungan, 1 Syawal jatuh pada Ahad tanggal 20 September 2009," kata anggota Badan Rukyat dan Hisab Depag, Cecep Nurwendaya, sebelum sidang Isbat di Kantor Departemen Agama, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2009).

Dari hasil pemantauan di Pelabuhan Ratu pada pukul 01.45 pagi tadi, posisi hilal sudah tampak dengan ketinggian 5,5 derajat. Jarak antara busur bulan dan matahari adalah 8,98 derajat. Sedangkan umur hilal adalah 16 jam 5 menit 32 detik. "Artinya hilal sudah 0,78 persen," kata Cecep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan perhitungan limit Danjon, terang Cecep, hilal akan tampak jika jarak sudut bulan dan matahari lebih besar dari 7 derajat. Sedangkan berdasarkan keputusan dalam konferensi penentuan awal bulan yang digelar di Istambul, Turki, pada 1978, hilal dapat telihat apabila jarak sudut antara bulan dan matahari lebih besar dari 5 derajat.

Namun Cecep menegaskan, penentuan 1 Syawal haruslah berdasarkan hisab dan rukyat (pemantauan). Meski secara hisab bisa dipastikan Lebaran pada 20 September, namun tetap harus menunggu hasil rukyat.

"Menentukan 1 Syawal harus berdasarkan hisab dan rukyat. Hisabnya sudah, rukyatnya sedang berjalan," kata Cecep.

Saat ini pemantauan hilal di berbagai titik di seluruh Indonesia tengah berlangsung. Di kantor Depag sendiri koordinasi terus dilakukan dengan berbagai titik tersebut. Depag akan menentukan kapan 1 Syawal dalam sidang isbat yang akan digelar sebentar lagi.

Tampak telah hadir untuk mengikuti sidang tersebut Menteri Agama Maftuh Basyuni, Menkominfo M Nuh, Dirjen Bimas Islam Depag Nasaruddin Umar, dan perwakilan dari ormas seperti NU dan Muhammadiyah.
(sho/ken)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads