"Saya lihat ada ulama NU yang di MUI mengatakan 1 Syawal itu kira-kira tanggal 20. Ini tidak boleh karena rujukan kita dari dulu itu ru'yatul hilal," kata Gus Dur dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (19/9/2009).
Menurut Gus Dur, penentuan 1 Syawal tidak boleh didasarkan pada kepentingan apapun di luar ibadah. Karena itu, kepastian ru'yatul hilal sebagai penentu 1 Syawal harus dikedepankan dibanding dengan hitungan hisab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengikuti jadwal lebaran pemerintah atau tanggal 20 sebagaimana ketetapan PP Muhammadiyah, dengan tegas Gus Dur menjawab, "Pokoknya harus sesuai ru'yah. Saya ikut yang mana saja yang penting berdasarkan ru'yah," pungkasnya.
(yid/ken)











































