"Kita sudah tahu sebelumnya kalau di dalam rumah itu ada Noordin, tapi kami memang tidak informasikan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Nanan Soekarna dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2009).
Nanan mengatakan, polisi telah mengendus keberadaan Noordin sejak penggerebekan di Temanggung, Jawa Tengah beberapa bulan yang lalu. Sejak itu, jejak Noordin tidak pernah lepas dari polisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akhirnya, gembong teroris asal Malaysia itu tewas dalam penggerebekan Densus 88 pada 17 September kemarin. Nyawa Noordin melayang setelah sempat bersembunyi di kamar mandi.
Bersamanya, 2 DPO Polri terkait bom Mega Kuningan Bagus Budi Santoso alias Urwah dan Ario Sudarso alias Aji juga tewas. Sementara Hadi Susilo alias Adib yang menyembunyikan mereka juga tewas.
(ken/iy)











































