"Dari 4 jenazah itu ada jenazah nomor 2 yang dikatakan sebagai suspect noordin m top," ujar tim Disaster Victim Identification (DVI), Brigjen Eddy Saparwoko.
Hal tersebut dikatakan Eddy dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (19/9/2009).
Dokter mendahulukan memeriksa jenazah tersebut karena memiliki data antem mortem Noordin. "Kenapa ini didahulukan karena kita sudah mempunyai data antem mortemnya, yang lain belum punya," kata Eddy.
Tim DVI telah mendatangi keluarga Noordin di Cilacap dan Malaysia untuk mengambil DNA mereka. DNA tersebut cocok ketika dihubungkan dengan DNA Noordin.
(amd/ken)











































