Peristiwa itu terjadi Rabu (16/9/2009) lalu ketika tentara AS tengah melakukan patroli dengan tentara Irak di Falluja, kota di sebelah barat provinsi Anbar, Irak. Saat itu, sang marinir AS tersebut melihat seorang pria melemparkan sesuatu ke arah mereka, dan langsung menembak dan melukai pria itu. Mereka meyakini benda yang dilempar adalah granat.
"Para marinir melihat benda yang dilemparkan ke arah kendaraan patroli mereka sebagai granat," kata juru bicara tentara AS di Irak, Letnan Rachel Beatty, seperti dilansir Reuters, Jumat (18/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara salah seorang saksi, Jassim Mohammed, mengatakan pria itu melemparkan sepatu ke arah patroli tentara AS. Menurutnya, jarak pandang di Falluja memang seringkali tidak jelas, mengingat serangkaian serangan pasukan AS dilakukan di wilayah tersebut.
"Tiba-tiba seorang tentara AS dalam Humvee menodongkan senjatanya ke arah pria tersebut dan menembaknya," tutur Jassim.
Seorang dokter di rumah sakit Falluja, Ahmed Mohammed, mengatakan pria yang ditembak tersebut bernama Ahmed Latif (32), seorang ahli mesin. Dia tertembak tepat di bagian dada. Dia di operasi pada Kamis (17/9/2009) sore, setelah sempat kritis, akhirnya dia dinyatakan tewas.
Sedangkan seorang polisi di Falluja, Ahmed Abdul Razzaq, menyebutkan pria tersebut menderita masalah kejiwaan akibat serangan besar-besaran pasukan AS di Falluja sejak invasi AS tahun 2003. Dalam serangan tersebut, pasukan AS meluncurkan dua serangan besar di Falluja dan markas militan Sunni Arab pada 2004.
Menanggapi hal ini, salah saudara Ahmed, Uday Latif, yang pernah ditahan selama 2 minggu oleh tentara AS pada 2007, menyakini bila saat itu saudaranya hanya melemparkan sandalnya ke arah patroli AS karena histeris.
"Dia membenci militer AS dan menjadi histeris ketika melihat patroli tentara AS melintas. Dia tidak tahu bagaimana caranya menggunakan senjata dan tidak pernah sedikitpun terpikir di pikirannya untuk menggunakan senjata," jelas Uday.
Melemparkan sepatu merupakan tanda penghinaan di Timur Tengah. Dan semenjak seorang jurnalis Irak melemparkan sepatunya ke arah mantan Presiden AS George W Bush, Desember lalu, kini melempar sepatu telah menjadi simbol perlawanan terhadap invasi AS di Irak.
(nvc/ndr)










































