Berdasarkan pantauan detikcom, Jumat (18/9/2008), mereka sebagian besar masuk wilayah Yogyakarta melalui jalur selatan, Kabupaten Purworejo lalu Kulon Progo. Dari Kulonprogo, mereka melewati dua jalur, yakni jalur selatan lewat jalan Deandeles melewati Brosot-Bantul atau lewat jalur utara melalui Wates-Sentolo-Yogyakarta.
Plat nomor kendaraan para pemudik yang memasuki wilayah Yogyakarta sebagian besar berasal dari Jabodetabek seperti B (Jakarta), F (Bogor), T (Kerawang/Bekasi), dan A (Banten). Hampir semua adalah motor keluaran baru dengan berbagai merek.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bila ada dua orang pembonceng, si anak duduk di jok depan beralaskan tas bawaan mereka. Suami bertugas menyetir, sedang istri duduk di jok belakang bersandarkan tas bawaan.
Para pemudik yang melewati Jl Wates sekitar Gamping Sleman banyak yang memanfaatkan beberapa posko lebaran untuk beristirahat sejenak melepas lelah. Sebagian ada yang istirahat dengan tiduran sambil mendinginkan mesin sepeda motor. Sebagian lagi ada yang beristirahat di beberapa pompa bensin yang ada di tempat itu untuk mengisi BBM atau sekedar istirahat sejenak.
Setelah itu mereka lantas melanjutkan perjalanan ke arah timur menyusuri sepanjang Ringroad Selatan Gamping hingga simpang empat Jl Wonosari. Dari Jl Wonosari, mereka melanjutkan perjalanan menuju Gunungkidul hingga Wonogiri atau Pacitan Jawa Timur. Namun ada pula yang melanjutkan perjalanan menuju Gunungkidul melewati selatan Kota Bantul.
Salah seorang pemudik asal Wonogiri, Supartono (35), kepada detikcom di Posko Gamping mengungkapkan dirinya bersama anak dan istri berangkat dari Cibinong Bogor hari Kamis siang pukul 11.00 WIB. Saat mudik barang bawaan yang dibawa hanya bekal makanan dan pakaian. Sedang bingkisan oleh-oleh lebaran untuk keluarga di rumah sudah dipaketkan terlebih dulu melalui agen bis malam beberapa hari sebelumnya.
Selama menempuh perjalanan Bogor hingga Yogyakarta, dia bersama rombongan berjumlah 23 orang dengan 10 sepeda motor. Mereka yang mudik memakai motor ini sebagian besar masih ada hubungan keluarga.
"Kalau tidak sesama rekan kerja di pabrik atau teman berdagang berdagang. Tujuan kami ada yang ke Wonogiri, Pracimantoro, atau Gunungkidul," kata Supartono, pemudik asal Manyaran Wonogiri yang tinggal di Cibinong Bogor itu.
Selama menempuh perjalananan jauh itu, rombongan sudah sekitar lima kali beristirahat, di antaranya di Kerawang, Cirebon, Bumiayu, Kebumen, dan Yogyakarta. Istirahat dilakukan untuk mengisi bensin sambil mendinginkan mesin motor.
"Kalau sudah 4 jam biasanya rombongan istirahat dulu, karena yang laki-laki harus menyetir motor terus-terusan. Insya Allah sampai rumah nanti jam 3 sore," kata Supartono.
(bgs/sho)











































