"Noordin itu hanya dipakai sebagai ikon oleh pemerintah bahwa dia itu gembong. Coba saja lihat saat nama Noordin muncul pada Bom Bali I, peran dia dalam aksi itu sangat kecil, dia bukan yang utama. Artinya dia dipakai sebagai image building," jelas pemerhati terorisme, Hermawan Sulistyo saat dihubungi melalui telepon, Jumat (18/9/2009).
Pria yang pernah dilibatkan dalam penyelidikan tragedi Bom Bali ini menjelaskan, saat ini berdasarkan catatan dia saja ada 400 orang yang diketahui memiliki keahlian merakit bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, lanjut dia, pasca tewasnya Noordin yang mungkin terjadi adalah para pelaku teror akan berdiam dulu untuk sementara. "Mereka tiarap dahulu, sambil membangun lagi," jelasnya.
(ndr/iy)











































