"Tidak ada hubungan antara Partai Golkar dengan Lumpur Lapindo dan Aburizal
Bakrie (Ical) dengan Lumpur Lapindo. Tapi kalau Ical dan Golkar memang ada
hubungannya apalagi terkait Munas," jelas Indra J Piliang, pengamat politik yan juga kader Partai Golkar.
Dikatakan Indra, hasil survei yang dirilis Denny JA memang sengaja dibuat untuk menjatuhkan Ical di Munas Golkar. Tapi hasil survei tersebut dianggap tidak berpengaruh secara signifikan kepada pemilih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Survei itu bagian dari kampanye hitam yang dilakukan lawan politik Ical. Saya kira itu terkait persaingan antar kandidat ketum Golkar di Munas. Yang jelas survei itu bayaran Satriawangsa kepada detikcom, Jumat (18/9/2009).
Dugaan kampanye hitam melalui kasus lumpur Lapindo, kata Satriawangsa, bukan kali ini terjadi. Sebab di beberapa daerah tim sukses Ical selalu saja memberikan klarifikasi terkait lumpur Lapindo. Ia menduga ada kandidat lain yang berusaha menjatuhkan Ical dengan membawa-bawa kasus Lapindo.
"Dari segi hukum masalah Lapindo sudah jelas merupakan fenomena alam. Dan dari segi kemanusiaan, keluarga Bakrie sudah melakukan hal luar biasa, seperti tidak hanya mengganti tetapi membeli aset-aset warga disana dengan harga yang lebih," imbuhnya.
Anehnya lagi, lanjut Satriawangsa, berdasarkan hasil Pemilu 2009, di Porong, Sidoarjo, Golkar berhasil mengungguli partai-partai lain. "Jadi survei CPI jelas tidak valid. karena masalah Lapindo tidak ada pengaruh apapun bagi Golkar," pungkasnya.
(zal/irw)











































