Hal itu dikatakan Ketua Tim Sukses Tommy Soeharto Mayjen (Purn) TNI Saurip Kadi, kepada wartawan di sela-sela pertemuan dengan DPD I dan DPD II Jawa Timur di salah satu hotel di Kota Pasuruan, Jatim, Kamis (17/9/2009).
"Persoalan mendasar DPD atau peserta Munas adalah Pilihan. Apakah Golkar akan nyungsep atau bangkit," tegas Saurip Kadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada perolehan 2014 turun, maka punah dan wassalam. Untuk itu tidak ada kata lain, Golkar harus menggunakan paradigma baru, dan dibutuhkan pemimpin yang tidak bisa dimainkan atau dikendalikan pihak lain, dalam bahasa politik, integritasnya tinggi. Dan itu ada dalam Mas Tommy," terangnya.
Meski ada yang mengatakan bahwa Tommy akan terganjal pencalonannya sebagai Ketum Golkar karena pernah terlibat kasus pidana dan perdata, Saurip Kadi menegaskan, Tommy Seoharto on clear.
"Putusan perdata putus semua, yang menang mas Tommy semua. Putusan pidana juga sudah dijalani. Apalagi? Apakah orang yang dipidana dicap mati? Apakah seumur hidup sampai mati menanggung seperti itu
terus," ujarnya.
"Yang menjadi masalah, bagaimana Golkar harus diubah. Ada paradigma baru dengan model kedepan Golkar adalah partai modern," jelasnya.
(roi/irw)











































