"Karena tugas yang sangat sibuk itu, sebetulnya Susilo tidak pernah bepergian jauh atau izin lama, karena bertangung jawab terhadap sapi-sapi itu," kata Ketua Yayasan Al Kahfi, Sunoto Ahmad.
Hal itu dikatakan dia saat ditemui di pesantrennya di Mojosongo, Jebres, Solo, Jawa Tengah, Kamis (17/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mulai Februari 2008-sekarang, Susilo diberi tugas baru, yaitu menjadi pengawas dan pemelihara ternak sapi yang dimiliki pesantren.
Susilo tewas dalam penggerebekan teroris di rumah kontrakannya di Desa Kepuhsari, Mojosongo. Polisi juga berhasil menembak mati gembong teroris Noordin M Top dan dua buronan lainnya, Bagus Budi Pranoto alias Urwah dan Ario Sudarso alias Aji.
(irw/sho)











































