"Yang pertama kabinet minimalis, kabinet hanya akan diisi lima partai. Demokrat 4 kursi, PPP 2 kursi, PKB 2 kursi, PAN 2 kursi, dan PKS 3 kursi, dan sisanya profesional," kata Bima dalam diskusi bertajuk 'Membaca Keinginan Politik SBY' di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/9/2009).
Kedua, Bima menghitung masuknya Golkar dalam kabinet SBY. Golkar dibawah gerbong Ical diprediksinya akan mulus memesan tiket kabinet. "Kabinet medium, empat partai koalisi plus Golkar akan masuk. Golkar akan mendapat 3 kursi karena chemistry Ical dengan SBY tinggi," beber Bima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima menilai tipe kedua yang pas untuk kabinet SBY. SBY membutuhkan oposisi
untuk kontrol kinerjanya. "Idealnya yang kedua kabinet medium. Biarkan PDIP dan Gerindra menjadi oposisi," kata Bima.
Bima kemudian meraba kemungkinan pengisi beberapa pos menteri. Semua kalangan diprediksi Bima akan diakomodasi. "Menteri negara non departemen dikuasai parpol karena tak ada akses ke daerah. Menko Polkam, Mendagri, dan Menhan yang diisi militer saya kira Joko Suyanto. Menteri profesional akan dapat pos misalnya menteri perdagangan," imbuhnya.
(van/yid)











































