"Noordin sama dengan Azahari, senjata api jenis Baretta tidak pernah lepas dari badannya," kata Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Kamis (17/9/2009).
Bukan hanya itu saja, keduanya juga menyiapkan pertahanan yang sama, mereka menyimpan peluru yang banyak di saku jaketnya. "Demikian juga pelurunya dimasukkan ke bajunya," terang Kapolri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melumpuhkan Noordin dan temannya Hadi Susilo, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, dan Aji alias Ario Sudarso polisi menggunakan alat penghancur tembok.
(ndr/iy)











































