"Kita sudah tahu kalau di dalam ada seorang wanita yang sedang hamil, tapi kita beri imbauan berkali-kali agar keluar tetap tidak mau," kata Jenderal Bambang Hendarso Danuri (BHD) dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2009).
BHD mengatakan, anggota Densus 88 pun tidak mau mengambil risiko karena ada dua orang yang berbahaya dalam rumah tersebut. "Mereka menyambut kita dengan tembakan, anggota kita satu terluka," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hanya luka ringan di kaki," kata BHD.
(ken/iy)











































