"Ini semua rekayasa Densus. Ini pesanan luar negeri. Ini kan bulan puasa, masa orang Islam di bulan Ramadan dibunuh," kata Abu Jibril saat dihubungi detikcom, Kamis (17/9/2009).
Menurut Abu Jibril, penggerebekan itu merupakan tindakan brutal. Dia menyebut tindakan itu menyerupai Orde Baru.
"Ini tindakan brutal. Kita tuntut Presiden SBY agar Densus mau menghentikan tindakan seperti itu. Ini sama seperti Orde Baru," ucap Abu Jibril.
Abu Jibril juga berpesan kepada keluarga korban untuk selalu sabar dan tawakal kepada Allah. Namun dia juga mengimbau agar keluarga tidak diam saja. "Semestinya keluarga juga menuntut para pelaku (Densus). Jangan biarkan begitu saja," sarannya.
Abu Jibril sendiri mengaku sebelumnya dia tidak tahu adanya penggerebekan tersebut. Dia juga tidak mendapat informasi dari teman-temannya. "Saya lagi iktikaf tadi malam," katanya.
(sho/iy)











































