"Kalau hari kemarin mencapai 12 ribu lebih pemudik. Kemungkinan hari ini melonjak mencapai 20 ribuan," kata Kepala Stasiun Senen, Barosad, kepada wartawan, di kantornya, Kamis,(17/9/2009).
Alhasil, ribuan pemudik semakin menumpuk di seluruh selasar dan lantai di stasiun. Karena takut tak mendapat tempat duduk, tak sedikit yang bermalam atau datang dini hari sambil menunggu rangkaian kereta datang.
"Setiap harinya ada 17 rangkaian kereta. Akan bertambah jika benar-benar sudah overload. Kami juga siagakan kereta sapu jagat. Akan beroperasi jika benar-benar mendesak," tambahnya.
Nuansa mudik sangat terasa dari wajah-wajah para pemudik tersebut. Seperti yang di katakan oleh 3 bersaudara, Yanti,(19) Lastri,(17), dan Dwi(15). Ketiga bersaudara yang sama-sama berprofesi sebagai pembantu rumah tangga di kawasan Kedoya Jakarta Barat ini mengaku punya kewajiban harus pulang kampung saat lebaran.
Terlebih, keluarga di Gombong, Jawa Tengah, masih memerlukan sebagian penghasilan mereka mengais rezeki di ibu kota. "Bagi-bagi rezeki. Sedikit-sedikit. Yang penting pulang kampung," kisah Dwi yang mengaku lulusan SD itu.
(asp/sho)











































