"Sasarannya biasanya para TKI yang baru pulang kerja dari luar negri," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Muhammad Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jaksel, Kamis (19/9/2009).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Iriawan telah menempatkan anggotanya di sejumlah stasiun, terminal, bandara dan pelabuhan tempat kedatangan atau pemberangkatan pemudik. Dengan pengamanan secara tertutup, anggota Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dan Reserse Mobile (Resmob) disebar di titik-titik rawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peningkatan kecenderungan pembiusan ini, imbuhnya, terjadi menjelang lebaran. Kebutuhan ekonomi menjadi faktor mendasar mengapa pelaku melakukan pembiusan.
Β
"Ekonomi faktor utamanya. Itu sudah menjadi kebutuhan hakiki," paparnya.
Iriawan mengimbau masyarakat pemudik agar mewaspadai setiap bentuk aksi pembiusan. Selain berkomplot, pelaku biasanya melakukan aksinya secara terselubung.
"Mereka berbaur dengan penumpang lainnya. Itu yang susah," ungkapnya.
(mei/nrl)











































