Jawa Timur Jadi Rebutan Kandidat Ketum Golkar

Jawa Timur Jadi Rebutan Kandidat Ketum Golkar

- detikNews
Rabu, 16 Sep 2009 17:53 WIB
 Jawa Timur Jadi Rebutan Kandidat Ketum Golkar
Jakarta - Jawa Timur masih menjadi daya tarik tersendiri bagi para kandidat ketua umum Golkar. Selain Surya Paloh dan Tommy Soeharto, Yuddy Crisnandi pun ikut berebut simpati DPD-DPD di Jatim untuk mendukungnya dalam Munas Golkar awal Oktober mendatang .

Yuddy yang merupakan salah satu tokoh muda partai berlambang pohon beringin ini memaparkan visi dan misi di hadapan pengurus DPD Partai Golkar tingkat I dan II Jatim. Pemaparan visi dan misi itu disampaikan di kantor DPD Partai Golkar, Jl Ahmad Yani, Surabaya, Rabu (16/9/2009).

"Kegiatan ini sangat berharga sekali, maka saya menyempatkan diri datang ke Jawa Timur," ungkapnya pada wartawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jawa Timur, jelas Yuddy, tidak bisa diremehkan. Jatim punya nilai sejarah dan sosial yang panjang. Dulu sebelum NU punya partai sendiri yaitu PKB, Jatim adalah kantong Golkar. Karena dulu warga NU pernah menjadi bagian dari Golkar.

"Golkar bisa menjadi besar di Jawa Timur. Tinggal mengkonsolidasikan dengan menampilkan sosok yang merakyat dan menjaga jarak dengan pemerintah," ungkapnya.

Yuddy menambahkan, apa yang dilakukan oleh DPD Jawa Timur mengundang dirinya sebagai bukti tumbuhkan kesadaran idealisme. Karena itu Yuddy meminta kader-kader Golkar Jatim tidak terjebak pada pragmatisme politik yang cenderung transaksional.

"Kalau begini, objektif. Setidak-tidaknya orang tidak sekedar memilih di Munas tanpa kenal orang, tanpa tahu visi, tapi dia sudah mengetahui visi calon lebih dekat," tanda Yuddy.

Ketika disinggung masalah pendanaan, Yuddy mengatakan, dana merupakan sesuatu yang penting. Tapi belum tentu bisa menyelsaikan semua persoalan. "Orang yang punya uang bisa saja dalam posisi pragmatis. Mudah untuk menang, tapi persoalannya apakah Golkar bisa menang 2014 mendatang," tandasnya.

Secara pribadi, lanjut Yuddy, dia tidak punya banyak uang untuk membagikan 'gizi' atau membeli suara. Kalau pun dirinya punya uang, dia tidak akan membeli suara DPD.

"Uang itu penting untuk operasional partai. Bukan untuk membeli suara.

Menanggapi manuver Tommy Soeharto yang akan melakukan pertemuan di Pasuruan, Kamis besok, Yuddy menanggapinya santai. "Bagus-bagus saja dan tidak ada masalah. Jatim pada prinsipnya bagus dan kondisinya fair. Persoalan dia memilih atau tidak, hanya dia dan tuhan yang tahu.

(wln/yid)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini