ABK KM Queen Soya melepas jangkarnya sekitar pukul 11.00 Wita, Rabu (16/9/2009). Namun baru bergerak sejauh 250 meter, kapal berkapasitas 3.000 penumpang ituย diperintahkan aparat Kesatuan Pelaksana Pengamanan Pelabuhan (KPPPkut ) Poltabes Samarinda serta Administrasi Pelabuhan Samarinda untuk kembali bersandar.
Para petugas kemudian melakukan pemeriksaan secara seksama. Ribuan penumpang yang tidak mengantongi tiket resmi diturunkan paksa aparat. Proses pemeriksaan penumpang sempat diwarnai kericuhan. Sejumlah penumpang memaki-maki petugas karena dinilai tidak bisa bekerja secara profesional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabag Operasional Poltabes Samarinda Kompol Yusep Gunawan mengatakan, tindakan itu terpaksa dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Pihaknya tak ingin musibah yang dialami KM Teratai Prima I terulang akibat kelebihan muatan.
"Pokoknya yang berangkat hanya pemegang tiket resmi sesuai dengan kapasitas kapal," tegas Yusep.
Pelarangan berangkap KM Queen Soya itu berawal dari informasi banyaknya penumpang yang tidak terangkut. Padahal mereka telah memiliki tiket resmi. Kondisi ini membuat mereka kecewa berat dan mengancam akan melakukan tindakan anarkis jika tidak bisa berangkat.
"Bagaimana kapal bisa penuh? Sedangkan banyak yang memegang tiket resmi tidak bisa naik," kata calon penumpang bernama Ismail.
Penumpang lainnya, Najamuddin, mengancam bertindak nekat apabila KM Queen Soya tetap memutuskan berangkat. "Kalau nekat berangkat dan meninggalkan kita yang resmi, awas saja," ujar Najamudin.
Pantauan detikcom, sampai pukul 18.00 Wita, KM tersebut belum juga berangkat. Para penumpang gelap yang tadi diturunkan satu persatu sudah meninggalkan pelabuhan. Meski demikian, ribuan penumpang yang mengantongi tiket resmi masih bertahan. Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai nasib para penumpang tersebut.
(djo/djo)










































