"Waktu KPK baru terbentuk tahun 2004 saat dimulainya tugas dan fungsi KPK, ada beberapa yang melakukan judicial review pada kita, terutama berkaitan dengan kasus tertentu. Tapi KPK tetap berjalan," kata Wakil Ketua KPK Bidang Pencegahan M Jasin di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Rabu (16/9/2009).
Sebelum Jasin memberikan sambutan, hadirin sempat menyanyikan lagu Indonesia Raya. Selain diskusi, acara tersebut akan dilanjutkan dengan buka puasa bersama.
Tampak hadir antara lain mantan Ketua KPK Taufiequrachman Ruki, Teten Masduki, Todung Mulya Lubis, Bambang Widjajanto, Imam Prasodjo, Mas Ahmad Santoso, dan para aktivis antikorupsi lainnya. Hadir juga perwakilan tokoh ormas seperti Persatuan Gereja Indonesia dan Komunitas Tionghoa.
Di hadapan 100 tokoh yang hadir, Jasin mengungkapkan unek-uneknya seputar KPK. Dia bercerita bagaimana masih segar dalam ingatannya KPK di era Taufiequrachman Ruki sempat mengalami masalah dengan gedung. Mereka terpaksa berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. "Seperti kucing yang mengikuti induknya," ucap Jasin pelan.
Cobaan demi cobaan yang datang silih berganti itu rupanya belum berhenti. Sekarang KPK kembali menghadapi cobaan berat dengan ditetapkannya 2 pimpinan KPK sebagi tersangka. Jasin mengaku sangat berterima kasih kepada berbagai pihak yang selalu mendukung KPK saat menghadapi cobaan-cobaan itu.
"Kita selalu mengucapkan terima kasih kepada seluruh hadirin yang mendukung kami saat kami sedang mengalami masalah krusial," ungkapnya dengan nada sendu.
Para hadirin yang mendengar sambutan Jasin tampak mendengarkan penuh khidmat. Demikian juga para pegawai KPK yang turut hadir. Suasana haru sangat terasa menyelimuti ruangan tempat diskusi digelar. Selain para pegawai, dari KPK tampak hadir Wakil Ketua Bidang Pencegahan Haryono Umar dan 2 penasihat KPK Abdullah Hehamahua dan Said Zainal Abidin.
(sho/nrl)










































