Hal itu diungkapkan Dirlantas Polda DIY, Kombes M. Iksan, kepada wartawan di gedung Pracimoso, di Kepatihan, Jl Malioboro Yogyakarta, Rabu (16/9/2009).
"Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi kami imbau agar berhati-hati bila melintas di jalur tersebut," kata Iksan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daerah jalur-jalur itu, selain dijaga aparat, kami juga memasang tanda bendera merah bergambar tengkorak. Demikian pula di kawasan yang minim penerangan," katanya.
Sedang untuk kawasan Kota Yogyakarta dan Sleman yang rawan macet berada di kawasan Malioboro, Jl Mangkubumi, Jl Diponegoro, Jl Gejayan, Jl Solo, Jl Magelang, Jl Wates. Untuk mengurangi kemacetan ditempat itu dibangun posko lebaran.
"Total jumlah posko di seluruh DIY ada 35 posko. Sedang pintu lintasan KA resmi sebanyak 53 terdiri 34 berpalang dan 19 tanpa palang pintu serta ada 313 lintasan tak resmi yang dibuat warga. Semua akan kita pantau akan angka kecelakaan menurun," katanya.
Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Mulyadi menambahkan selain fasilitas jalan yang bagus, hanya ada dua buah jembatan yang dalam tahap perbaikan. Dua jembatan itu, jembatan Seling di Kulonprogo dan jembatan Turi di Sleman. Pihak kontraktor juga sudah berjanji pada H-6 dan H-3 lebaran jalur sudah bisa dibuka dan dilalui kendaraan.
"Ini akan kita cek ulang lagi apakah sudah bisa dilalui atau belum," pungkas Mulyadi.
(bgs/djo)











































