Demo di PU, Pembangunan Tol Cikampek-Palimanan Ditolak

Demo di PU, Pembangunan Tol Cikampek-Palimanan Ditolak

- detikNews
Rabu, 16 Sep 2009 14:33 WIB
Jakarta - Pembangunan tol Cikampek-Palimanan (Cikapa) ditolak. Tidak heran, bila sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Korban Tol (Ankot) berunjuk rasa ke Departemen Pekerjaan Umum (PU). Latar belakang penolakan karena dianggap pembangunan jalan tol menggangu kondisi sosial warga.

"Tolak pembangunan jalan tol Cikampek Palimanan karena akan mengganggu keadaan sosial, pendidikan, budaya dan tradisi masyarakat," kata Ankot dalam press rilisnya, Rabu (16/9/2009).

Semenjak mega proyek tol tersebut digulirkan, satu persatu persoalan mulai tampak ke permukaan. "Tampaknya, mega proyek ini betul-betul dimanfaatkan oleh pejabat pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk menghisap uang rakyat secara semena-mena," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana proyek jalan tol Trans Jawa ini mencapai Rp 46,77 Triliun. Rencananya, jalan tol tersebut menghubungkan Anyer hingga Banyuwangi yang sudah digagas pada tahun 1990-an.

Ankot mengatakan permasalahan sosial kemudian timbul setelah isu pembangunan itu muncul. Diantaranya, warga nyaris kehilangan rumahnya yang sudah ditempati bertahun-tahun akibat pembebasan tanah.

Untuk itu, Ankot mebdesak pemerintah untuk bertanggung jawab untuk pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkena proyek tersebut. Selain itu, pemerintah dituntut untuk segera menghentikan segala bentuk teror, intimidasi dan tekanan terhadap korban.

"Tangkap dan adili spekulan tanah yang berkongsi dengan oknum aparat pemerintah atau panitia pengelola jalan tol," pungkasnya.

(mei/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini