"Tolak pembangunan jalan tol Cikampek Palimanan karena akan mengganggu keadaan sosial, pendidikan, budaya dan tradisi masyarakat," kata Ankot dalam press rilisnya, Rabu (16/9/2009).
Semenjak mega proyek tol tersebut digulirkan, satu persatu persoalan mulai tampak ke permukaan. "Tampaknya, mega proyek ini betul-betul dimanfaatkan oleh pejabat pemerintah, baik pusat maupun daerah untuk menghisap uang rakyat secara semena-mena," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ankot mengatakan permasalahan sosial kemudian timbul setelah isu pembangunan itu muncul. Diantaranya, warga nyaris kehilangan rumahnya yang sudah ditempati bertahun-tahun akibat pembebasan tanah.
Untuk itu, Ankot mebdesak pemerintah untuk bertanggung jawab untuk pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat yang terkena proyek tersebut. Selain itu, pemerintah dituntut untuk segera menghentikan segala bentuk teror, intimidasi dan tekanan terhadap korban.
"Tangkap dan adili spekulan tanah yang berkongsi dengan oknum aparat pemerintah atau panitia pengelola jalan tol," pungkasnya.
(mei/ndr)










































