Rencananya, Murdiyono berencana menikahkan putri bungsunya pada awal tahun 2010. Namun dengan adanya kejadian ini, pernikahan sang anak, Herlina, terpaksa dipercepat menjadi Rabu (16/9/2009). Pernikahan Herlina dengan Bripda Adi W. anggota Polda DIY dilakukan secara dinas.
Suasana duka tampak menyelimuti rumah almarhum Murdiyono di kompleks Brimob Gondowulung No 65, di Jl Imogiri Timur, Banguntapan, Bantul. Ratusan pelayat memenuhi halaman rumah duka. Para pelayat itu sebagian besar adalah tetangga sekitar dan rekan-rekan almarhum sesama angota Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istri almarhum, Ny Suratminah, masih tampak shock di salah satu ruangan kamar. Dengan wajah sedih Suratminah bersama anak sulungnya Heru Irianto didampingi beberapa anggota keluarga lainnya menerima ucapan belasungkawa dari warga sekitar.
"Tidak ada firasat buruk yang kami alami sebelum bapak mengalami musibah ini kemarin," kata Heru.
Heru sendiri menerima kabar buruk itu dari istrinya Eli Herawati saat masih bekerja di Kota Yogyakarta. Setelah menerima telpon dia langsung pamit pulang menuju rumah di Gondowulung sekitar puku 18.00 WIB.
"Sesampai di rumah, sudah ramai terutama teman-teman bapak. Kami hanya berjanji kumpul bersama saat lebaran nanti," ungkap Heru.
Dia mengatakan almarhum yang telah bertugas menjadi anggota Brimob lebih kurang 30 tahun. Sebelum bertugas di Brimob Polda DIY, dia bertugas di Brimob Semarang. Selam lebih kurang 1,5 tahun ini bertugas di Kompi Logistik, Brimob Polda DIY. "Bapak hanya ingin pensiun dan menghabiskan hari tuanya bersama cucu dan keluarga," katanya.
Jenazah almarhum akan dimakam di pemakaman keluarga di Suren, Sumberagung Jetis Bantul. Almarhum meninggalkan seorang istri, Ny Suratminah, dua anak yakni Heru Irianto, Herlina serta seorang cucu bernama Kaka Deski Putra.
(bgs/djo)










































