Redakan Ketegangan, Menlu Malaysia ke Indonesia

Redakan Ketegangan, Menlu Malaysia ke Indonesia

- detikNews
Rabu, 16 Sep 2009 12:45 WIB
Redakan Ketegangan, Menlu Malaysia ke Indonesia
Kuala Lumpur - Menteri Luar Negeri Malaysia Anifah Aman akan datang ke Indonesia untuk bertemu dengan pemerintah Indonesia terkait kasus 'pencurian' budaya. Pertemuan ini diharapkan dapat sedikit meredakan ketegangan antara kedua negara.

Seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (16/9/2009), Menlu Anifah dijadwalkan berangkat ke Jakarta hari ini. Dia akan bertemu dengan Menlu Indonesia Hassan Wirajuda, Kamis (17/9/2009) besok. Dia juga berharap agar dapat menelepon Presiden SBY untuk membicarakan masalah ini.

"Saya rasa hanya ini cara yang tepat dengan bertemu dan berdiskusi untuk melihat bagaimana menghilangkan ketegangan dan mengetahui kemungkinan-kemungkinan yang terjadi di Indonesia," ujar Anifah seperti dikutip kantor berita Bernama.

Perselisihan dimulai bulan Agustus, setelah ada kesalahpahaman bahwa Malaysia telah menggunakan tarian tradisional Bali, pendet, yang tayang di televisi. Muncullah isu Malaysia telah mencuri warisan budaya Indonesia.
 
Iklan tersebut adalah promosi program Discovery Channel, tapi walaupun telah ada permintaan maaf dari pihak Discovery, aksi protes terus saja terjadi. Mulai dari seruan 'Ganyang Malaysia', pembakaran bendera Malaysia, hingga pelemparan telur busuk ke gedung Kedubes Malaysia di Jakarta.

"Pemerintah terkait (Indonesia) telah menerima (penjelasan)...tapi kelompok-kelokpok kecil lainnya menolaknya. Mereka dibutakan oleh bermacam alasan, jadi inilah yang harus dibicarakan kedua negara," tutur Anifah.

Rabu minggu lalu, Malaysia memanggil Dubes Indonesia untuk Malaysia Da'i Bachtiar untuk menyatakan 'keprihatinan mendalam' terhadap aksi protes penuh kemarahan dan memburuknya hubungan bilateral kedua negara. Malaysia mendesak pemerintah Indonesia untuk menjamin keselamatan warga negara Malaysia di Indonesia dan menjamin aksi agresif dari sekelompok orang tertentu di Indonesia akan dibatasi sesegera mungkin.

Hubungan Indonesia dan Malaysia selalu saja bermasalah, baik karena masalah budaya maupun masalah kesejahteraan TKI di Malaysia.

(nvc/nrl)


Berita Terkait