"Antara volume dan kapasitas tidak seimbang sehingga tidak mungkin tidak bermasalah," ujar Kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan SDM Departemen PU, Sumaryanto Widayatin.
Hal ini disampaikan dalam diskusi bedah buku berjudul 'memacu infrastruktur di tengah krisis' yang berlangsung di New Museum, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2009).
Menurutnya, banyaknya kerusakan infrastruktur lebih disebabkan karena faktor overload muatan dan perawatan jalan yang buruk. "Jembatan timbang tidak berfungsi karena hanya untuk menambah pendapatan daerah," ujarnya.
Menurut Sumaryanto, selama ada oknum-oknum dari pihak Dinas Perhubungan Provinsi yang bermain dengan meloloskan kendaraan yang bermuatan lebih dari yang seharusnya. "Hanya untuk menambah Rp 10-20 ribu terkadang petugas meloloskan kendaraan yang melebihi kapasitasnya," imbuhnya.
Namun Sumaryanto mengklaim jika pembangunan infastruktur tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Dia juga menekankan perlunya penambahan infrastruktur baru.
"Perlu adanya penambahan armada laut dan kereta api. Selain itu juga harus dibuat jalan tol trans-Jawa," tambah dia.
Dia juga mengharapkan kepada pihak terkait agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menjelang arus mudik lebaran, tetapi harus siap kapan saja. "Seharusnya tidak boleh ada alasan karena hujan dan lain sebagainya. Infrastruktur harus tetap baik kapan saja," pungkasnya. (anw/sho)











































