MUI memprediksi Idul Fitri jatuh pada 20 September atas dasar perkiraan ketinggian bulan yang sudah mencapai 3 - 5 derajat pada Sabtu, 19 September malam.
"Kemungkinan besar akan Lebaran itu jatuh pada hari Ahad, karena tinggi hilal (bulan) pada Sabtu malam kemungkinan sudah mencapai 3 sampai 5 derajat," kata Ketua MUI bidang Fatwa Ma'ruf Amin di kantornya, Jalan Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun untuk memastikannya, MUI akan berpegang pada sidang Isbat yang akan dilakukan Departemen Agama pada Sabtu depan. "Kita tetap berpegang pada sidang isbat besok," katanya.
Jadi kalender tidak bisa menjadi pedoman? "Tanggal merah itu hanya perkiraan, yang bikin tanggal kurang teliti. Seharusnya penghitungan hisab sudah bisa diperkirakan, malam minggu itu kemungkinan 3 derajat," jawab Ma'ruf.
Sebelumnya, Menteri Agama Maftuh Basyuni sudah menyampaikan, kemungkinan besar Idul Fitri tahun ini memang akan maju sehari dari perkiraan kalender. Warga Muhammadiyah pun juga akan berlebaran pada 20 September.
(ken/iy)











































