"Tidak pernah ada itu. Bukankah di sana (KPK) itu adalah personel Polri. Bukankah di sana itu adalah Kejaksaan Agung," kata Susno dalam jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (15/9/2009).
Menurut Susno, tidak ada permusuhan atau persaingan antar ketiga institusi penegak hukum tersebut. Apalagi dengan adanya Didi Widayadi sebagai Ketua BPKP yang berasal dari Polri ikut menambah kebersatuan ketiga institusi tersebut.
"Nah kalau tiga sudah bersatu, sore hari ini habis, sama sekali tidak ada (tidak ada masalah). (Ini) Bukan lip service tapi lahir batin," tegasnya.
Bahkan, lanjut Susno, jika ada yang mau menghancurkan lembaga KPK, pihaknya yang akan maju terdepan. Susno pun tidak rela kalau lembaga KPK dihapus. KPK harus tetap ada, bersih, dan berwibawa.
"Khususnya saya (membela KPK). Karena saya ikut jadi bagian mendirikan lembaga itu. Saat itu saya masih pangkat kolonel mewakili Polri," imbuhnya.
Susno menegaskan kalau hubungan ketiga institusi tersebut berjalan dengan baik. Baik kepada pimpinan KPK maupun stafnya.
"Tidak ada yang menganggap musuh. Tidak ada. Dan mereka baik dengan kami. Mereka patuh hukum. Mereka datang baik-baik. Mereka jadi contoh dan teladan dalam menaati hukum. Kita bangga pada mereka dan tidak ada masalah dengan stafnya juga," tegasnya.
(gus/iy)











































