"Kalau nggak seperti ini, nggak dapat tempat duduk. Kan nggak pake tiket (tiket tanpa kursi), jadi cepat-cepatan," kata Darno (45), salah satu perantau asal Malang di gerbong Matarmaja, Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, Selasa (15/9/2009).
Trik ini cukup menguras enerji. Dimulai sejak antre tiket pada subuh, menunggu kereta datang dan duduk berjam-jam di kursi kereta yang panas dan pengap. Tak heran, yang antre di kursinya hanyalah para lelaki kekar dan orangtua yang sabar. Sementara ibu-ibu dan anak kecil menunggu di selasar stasiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Positifnya, antrean dan membeludaknya penumpang bisa dihindari. Ribuan penumpang dapat masuk ke kereta satu persatu seusai memperoleh tiket. Tidak lagi ada pemandangan berdesak-desakan selain saat kereta akan berangkat.
"Cuma harus sabar. Sampainya kan besok pagi," seloroh Rano (38), rekan Darno.
(Ari/nrl)










































