Buronan Al-Qaeda Tewas dalam Serangan Heli AS di Somalia

Buronan Al-Qaeda Tewas dalam Serangan Heli AS di Somalia

- detikNews
Selasa, 15 Sep 2009 10:24 WIB
Buronan Al-Qaeda Tewas dalam Serangan Heli AS di Somalia
Mogadishu - Seorang militan Al-Qaeda yang menjadi buronan paling dicari di Afrika Timur tewas dalam serangan helikopter tentara Amerika Serikat (AS) di selatan Somalia.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (15/9/2009), Saleh Ali Saleh Nabhan (28), seorang warga negara Kenya, menjadi tersangka dalam kasus bom truk di Hotel Kenya tahun 2002 yang menewaskan 15 orang. Nabhan juga terlibat dalam serangan misil terhadap pesawat Israel di bandara Mombasa, Kenya.

Seorang pejabat pemerintah senior Somalia mengatakan Nabhan saat itu berada di dalam mobil dengan beberapa pemberontak lainnya dari kelompok Al Shabaab, wakil jaringan Al-Qaeda di Somalia. Mobil tersebut kemudian ditembaki oleh helikopter AS saat memasuki wilayah desa Roobow di distrik Barawe, 250 kilometer dari ibukota Mogadishu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang pejabat pemerintah di Washington mengatakan pasukan khusus AS menerjunkan 2 helikopter dari markas AL AS. Helikopter itu kemudian melepaskan tembakan pada kendaraan yang diyakini terdapat Nabhan di dalamnya.

Setelah menyisir lokasi, tentara yakin jasad tersebut adalah Nabhan, mereka kemudian segera mengamankan jasad itu. Mereka meyebutkan dalam serangan tersebut total 4 orang Somalia tewas, namun pemerintah Somalia menyakini yang tewas adalah Nabhan dan 4 orang lainnya.

"Militan muda ini tidak memiliki kemampuan yang sama seperti senior mereka di Afganistan ketika menghadapi serangan udara," ujar seorang sumber dari pemerintah.

Sebuah agensi keamanan barat di Afrika mengatakan kegagalan negara-negara 'Tanduk Afrika' menjadikan wilayah tersebut sebagai tempat berlindung yang aman bagi para militan, temasuk para pelaku jihad asing, yang melakukan serangkaian serangan di wilayah tersebut dan sekitarnya.

Nabhan, sudah sejak lama masuk dalam daftar orang paling dicari oleh Federal Bureau of Investigation (FBI). Dia dipercaya berada di Somali setelah perisitiwa pemboman di Hotel Kenya tahun 2002.

(nvc/iy)


Berita Terkait